
Pada masa sekarang kehidupan dirasa semakin sulit. Kenaikan harga yang terus-menerus dirasa semakin membuat masyarakat semakin terpojok. Mulai dari kebutuhan sehari-hari, transportasi sampai pendidikan semua terkena dampak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Harga BBM yang beberapa waktu lalu naik sampai ke harga Rp 6.000,00 dari harga semula yaitu Rp 4.500,00 mempengaruhi semua aspek kehidupan negeri ini.
Krisis ekonomi global menjadi salah astu penyebab harga minyak dunia dan hal ini tentu saja mempengaruhi harga BBM disemua Negara pengimport minyak. Karena seperti yang diketahui bahwa Indonesia keluar dari OPEC karena hasil minyak Indonesia mengalami penurunan yang sangat tajam sehingga Indonesia tidak dapat mengeksport minyak namun malah sebaliknya, Indonesia sekarang menjadi salah satu pengimport minyak terbesar di dunia. Hal ini disebabkan oleh banyaknya kendaraan dan pabrik-pabrik di Indonesia membutuhkan BBM untuk menjalankan semua aktifitasnya.
Setelah keadaan perekonomian dunia membaik, harga minyak dunia pun mengalami penurunan. Harga BBM didalam negeri juga mengalami penurunan. Dari harga Rp 6.000,00 turun Rp 500,00 menjadi Rp 5.500,00 namun masyarakat masih menganggap mahal dan kurang antusias dengan penurunan harga tersebut, karena harga minyak dunia terus mengalami penurunan. Akhirnya pemerintah kembali menurunkan harga BBM sebanyak Rp 500,00 sehingga harga BBM dalam negeri menjadi Rp 5.000,00. Pemerintah menjanjikan penurunan harga BBM kembali bila harga minyak dunia kembali turun sampai ke level terendah.
Namun Penurunan harga BBM di dalam negeri ternyata tidak diikuti dengan penurunan berbagai macam kebutuhan di Indonesia.jadi,BBM turun ?? gak ngaruh tuh...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar