bingung mau nulis apa....
lagi gak da ide,,,,
buntu,,,,
help me,,,,,,
Selasa, 20 Januari 2009
Selasa, 13 Januari 2009
contoh hasil karya jurnalistik

REMAJA YOGYAKARTA ”DEMAM” FUTSAL
Persaingan Bisnis Futsal Makin Menjadi
YOGYAKARTA, KR – Maraknya bisnis persewaan lapangan futsal, membuat banyak sekali persaingan yang terjadi diantara para pelaku bisnis ini. Para pemilik bisnis ini menawarkan fasilitas yang lengkap serta tempat yang bagus untuk menarik para penyewa. Dan hal ini terbukti berhasil.
Dengan modal yang lumayan besar sekitar 50-100 juta, para pemilik bisnis ini mengharapkan akan mendapatkan keuntungan yang besar pula. Dan hal itu sudah terwujud, karena secara pelan tapi pasti modal awal yang mereka keluarkan untuk membuat bisnis ini sudah kembali atau balik modal.
Dalam satu hari persewaan futsal bisa mendapatkan 1-2 juta bahkan lebih karena banyaknya pengguna lapangan ini. Fasilitas yang diberikan biasanya berupa lapangan yang luas, penyediaan air minum dan biasanya adanya pemberian harga diskon untuk para pelanggan ataupun pada hari-hari tertentu.
Adanya event ataupun pertandingan menambah semaraknya persewaan lapangan futsal ini. Andi yang merupakan salah satu pegawai dari Starfutsal mengatakan bahwa dalam sehari penyewa futsal bisa 10 regu. ”karena banyaknya penyewa maka kami menyediakan pemesanan persewaan tempat lewat telepon dan Pemberian diskon kepada pelanggan diberikan jika para pemain sudah menyewa sebanyak 10 kali.” ujar Andi, Senin (5/1) lalu.
Dengan modal yang lumayan besar sekitar 50-100 juta, para pemilik bisnis ini mengharapkan akan mendapatkan keuntungan yang besar pula. Dan hal itu sudah terwujud, karena secara pelan tapi pasti modal awal yang mereka keluarkan untuk membuat bisnis ini sudah kembali atau balik modal.
Dalam satu hari persewaan futsal bisa mendapatkan 1-2 juta bahkan lebih karena banyaknya pengguna lapangan ini. Fasilitas yang diberikan biasanya berupa lapangan yang luas, penyediaan air minum dan biasanya adanya pemberian harga diskon untuk para pelanggan ataupun pada hari-hari tertentu.
Adanya event ataupun pertandingan menambah semaraknya persewaan lapangan futsal ini. Andi yang merupakan salah satu pegawai dari Starfutsal mengatakan bahwa dalam sehari penyewa futsal bisa 10 regu. ”karena banyaknya penyewa maka kami menyediakan pemesanan persewaan tempat lewat telepon dan Pemberian diskon kepada pelanggan diberikan jika para pemain sudah menyewa sebanyak 10 kali.” ujar Andi, Senin (5/1) lalu.
Tarif yang ditawarkan tiap-tiap tempat juga berbeda. Mulai dari 100-150 ribu per jam. Waktu pun juga sangat mempengaruhi tarif, tarif pagi biasanya lebih murah, siang tarifnya standar dan malam harganya lebih mahal.
Harga yang mahal ternyata tidak membuat sepi tempat persewaan lapangan futsal ini. Fasilitas yang diberikan juga cukup memadai sehingga membuat nyaman dan betah para pemain.
Remaja dan Futsal
Remaja di Yogyakarta saat ini sedang menggilai olahraga satu ini. Diberbagai tempat yang terdapat persewaan lapangan futsal pasti dipenuhi oleh para remaja, dari mulai pelajar sampai mahasiswa. Dari pagi hari sampai malam hari.
Serunya permainan ini sampai-sampai para pelajar ataupun mahasiswa rela menghemat uang saku yang diberikan orangtua untuk menyewa lapangan futsal. ”Dalam satu hari biasanya saya mengeluarkan uang 10-20 ribu untuk patungan bersama teman-teman” kata Sony, salah satu pelajar SMA di Yogyakarta.
Dalam satu minggu Sony dan teman-temannya bisa menyewa lapangan futsal sebanyak 4-5 kali, apalagi bila ada turnament, bisa setiap hari mereka bermain futsal. Seringnya remaja menyewa tempat futsal membuat para orang tua khawatir.
Para orangtua khawatir kalau anak-anak mereka akan tertinggal pelajaran disekolah dan uang saku mereka akan habis hanya untuk menyewa lapangan futsal karena banyak juga pelajar yang membolos hanya untuk bermain futsal. Karena itu para orangtua meminta sekolah untuk kebih mengawasi anak-anak mereka saat disekolah sehingga para orangtua dapat lebih tenang.
Harga yang mahal ternyata tidak membuat sepi tempat persewaan lapangan futsal ini. Fasilitas yang diberikan juga cukup memadai sehingga membuat nyaman dan betah para pemain.
Remaja dan Futsal
Remaja di Yogyakarta saat ini sedang menggilai olahraga satu ini. Diberbagai tempat yang terdapat persewaan lapangan futsal pasti dipenuhi oleh para remaja, dari mulai pelajar sampai mahasiswa. Dari pagi hari sampai malam hari.
Serunya permainan ini sampai-sampai para pelajar ataupun mahasiswa rela menghemat uang saku yang diberikan orangtua untuk menyewa lapangan futsal. ”Dalam satu hari biasanya saya mengeluarkan uang 10-20 ribu untuk patungan bersama teman-teman” kata Sony, salah satu pelajar SMA di Yogyakarta.
Dalam satu minggu Sony dan teman-temannya bisa menyewa lapangan futsal sebanyak 4-5 kali, apalagi bila ada turnament, bisa setiap hari mereka bermain futsal. Seringnya remaja menyewa tempat futsal membuat para orang tua khawatir.
Para orangtua khawatir kalau anak-anak mereka akan tertinggal pelajaran disekolah dan uang saku mereka akan habis hanya untuk menyewa lapangan futsal karena banyak juga pelajar yang membolos hanya untuk bermain futsal. Karena itu para orangtua meminta sekolah untuk kebih mengawasi anak-anak mereka saat disekolah sehingga para orangtua dapat lebih tenang.
futsal
FUTSAL SEBAGAI LIFESTYLE ANAK MUDA YOGYAKARTA
Olahraga merupakan aktivitas ataupun kegiatan yang berguna untuk menyehatkan dan menjaga kesegaran tubuh. Olahraga dapat dilakukan dengan berbagai cara mulai dari yang murah sampai mahal. Tanpa mengeluarkan biaya pun kita bisa berolahraga. Mulai dari lari, bersepeda ataupun jalan santai namun bila ingin berolahraga ditempat-tempat yang mempunyai fasilitas lengkap maka kita bisa pergi ke gym ataupun tempat fitness.
Olahraga yang paling digemari oleh remaja di Yogyakarta saat ini adalah futsal. Futsal merupakan permainan bola yang dimainkan oleh dua regu, yang masing-masing beranggotakan lima orang. Tujuannya adalah memasukkan bola ke gawang lawan, dengan memanipulasi bola dengan kaki. Selain lima pemain utama, setiap regu juga diizinkan memiliki pemain cadangan. Tidak seperti permainan sepak bola dalam ruangan lainnya, lapangan futsal dibatasi garis, bukan net atau papan. Futsal turut juga dikenali dengan berbagai nama lain. Istilah “futsal” adalah istilah internasionalnya, berasal dari kata Spanyol atau Portugis, football dan sala.
Karena peraturan yang mudah dan tidak memerlukan tempat yang luas membuat para remaja lebih memilih olahraga ini daripada sepakbola yang memakan tempat yang luas sehingga membuat cepat lelah. Namun karena harus menyewa lapangan untuk bermain futsal maka tidak heran kalau bisnis persewaan lapangan futsal sedang berkembang pesat di Yogyakarta. Apalagi Yogyakarta merupakan kota pelajar yang banyak ditinggali oleh remaja dari berbagai kota sehingga bisnis ini sangat berkembang.
Banyaknya pengguna persewaan lapangan futsal, menumbuhkan persaingan antar pemilik bisnis ini. Para pemilik mengandalkan fasilitas dan harga yang dapat dijangkau untuk menarik para penyewa. Dan strategi pemasaran ini ternyata sangat efektif. Tempat peraewaan lapangan futsal di Yogyakarta sudah lebih dari puluhan banyaknya. Hal ini membuat para remaja lebih bisa memilih dan menentukan dimana mereka ingin bermain futsal.Dilihat dari kebiasaan remaja saat ini membuat para orangtua menjadi was-was karena pasti uang saku yang mereka beri pasti habis untuk menyewa lapangan futsal.
Olahraga yang paling digemari oleh remaja di Yogyakarta saat ini adalah futsal. Futsal merupakan permainan bola yang dimainkan oleh dua regu, yang masing-masing beranggotakan lima orang. Tujuannya adalah memasukkan bola ke gawang lawan, dengan memanipulasi bola dengan kaki. Selain lima pemain utama, setiap regu juga diizinkan memiliki pemain cadangan. Tidak seperti permainan sepak bola dalam ruangan lainnya, lapangan futsal dibatasi garis, bukan net atau papan. Futsal turut juga dikenali dengan berbagai nama lain. Istilah “futsal” adalah istilah internasionalnya, berasal dari kata Spanyol atau Portugis, football dan sala.
Karena peraturan yang mudah dan tidak memerlukan tempat yang luas membuat para remaja lebih memilih olahraga ini daripada sepakbola yang memakan tempat yang luas sehingga membuat cepat lelah. Namun karena harus menyewa lapangan untuk bermain futsal maka tidak heran kalau bisnis persewaan lapangan futsal sedang berkembang pesat di Yogyakarta. Apalagi Yogyakarta merupakan kota pelajar yang banyak ditinggali oleh remaja dari berbagai kota sehingga bisnis ini sangat berkembang.
Banyaknya pengguna persewaan lapangan futsal, menumbuhkan persaingan antar pemilik bisnis ini. Para pemilik mengandalkan fasilitas dan harga yang dapat dijangkau untuk menarik para penyewa. Dan strategi pemasaran ini ternyata sangat efektif. Tempat peraewaan lapangan futsal di Yogyakarta sudah lebih dari puluhan banyaknya. Hal ini membuat para remaja lebih bisa memilih dan menentukan dimana mereka ingin bermain futsal.Dilihat dari kebiasaan remaja saat ini membuat para orangtua menjadi was-was karena pasti uang saku yang mereka beri pasti habis untuk menyewa lapangan futsal.
contoh karya jurnalistik
UU TI BELUM TERBUKTI BERHASIL
Banyaknya Situs Dewasa Yang Masih Diakses
YOGYAKARTA, KOMPAS- Undang-Undang yang dikeluarkan oleh pemerintah tentang pemblokiran situs-situs dewasa di internet ternyata belum terbukti berhasil sampai sekarang. Banyaknya situs dewasa yang ada dan minimnya fasilitas yang ada membuat pemerintah tidak bisa bertindak cepat untuk melakukan pemblokiran.
Banyaknya situs dewasa yang beredar membuat pemerintah tidak bisa mengontrol penyebarluasan situs ini. Internet bisa diakses oleh siapa saja dan dimana saja. Undang-undang yang ada sebenarnya mengatur tentang hukuman bagi siapa saja yang dengan sengaja membuka ataupun menyebarluaskan situs dewasa ini.
Tertulis disalah satu pasalnya yaitu pasal 27 ayat 1 yang berisi tentang larangan untuk mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau dapat membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan atau data elektronik yang memiliki muatan melanggar keasusilaan dan tentu saja hukumannya berupa penjara dan denda yang harus ditanggng oleh pelakunya. Pidananya berupa penjara selama 12 tahun dan denda sebanyak Rp 12 Miliar.
Banyaknya pemilik bisnis Warung Internet (WarNet) membuat pemerintah semakin kesulitan untuk mensosialisasikan UU ini, apalagi dilihat dari banyaknya jumlah pengguna internet yang ada di Indonesia. Hal ini semakin membuat pemerintah kehilangan kontrol atas sosialisasi UU TI ini.
Warung Internet
Perkembangan teknolgi dan tuntutan kebutuhan informasi masyarakat, membuat internet sangat digemari. Internet memberikan banyak sekali kemudahan dan fitur-fitur yang menarik sehingga banyak orang mengguanakan internet sebagai salah satu pilihan media pemberi informasi.
Warung Internet (WarNet) bisnisnya sangat berkembang, hal ini tentu saja dipengaruhi oleh banyaknya masyarakat pengguna internet. Karyawan warnet WAHANA Agus Budiyanto menyebutkan bahwa dalam sehari pengunjung warnetnya bisa mencapai 100 orang lebih, tarif yang tawarkan juga murah hanya Rp 3.000,- per jamnya. ”Para pengunjung biasanya menggunakan internet untuk Chatting, baca ataupun mengirim Email, mencari informasi dan ada juga yang mengerjakan tugas” ujar Agus Selasa (6/1) lalu.
Agus menambahkan, pemerintah masih sangat kurang dalam sosialisasi tentang UU TI tersebut, masih banyak karyawan warnet yang masih minim pengetahuan tentang isi UU TI yang ada sehingga dari pihak warnet tidak memberikan sosialisasi kepada pengunjung untuk tidak membuka situs dewasa dan tentang UU TI tersebut.
Pengunjung yang menggunakan jasa warnet juga tidak bisa disalahkan sepenuhnya karena masih mengakses situs dewasa. Para pengunjung dan masyarakat umum masih minim pengetahuan tentang isi UU TI tersebut. Salah astu pengguna warnet, Niko, mengaku masih sering mengakses situs dewasa karena banyak dan mudahnya situs dewasa ini diakses.”Lagipula UU TI yang ada kan hanya berupa tulisan ataupun rancangan saja karena buktinya sampai sekarang saya masih bisa mengakses situs ini dengan mudah, hukuman yang diatur dalam UU juga tidak berjalan” ujar Niko.
Menghadapi maraknya situs dewasa ini, pemerintah harusnya lebih sigap dalam menjalankan UU ini. Sejak munculnya UU TI ini saja banyak sekali menimbulkan pro kontra dalam masyarakat. Setelah adanya UU TI para ’hacker’ memasang foto pria yang membuka 2/3 bajunya yang dimaksud sebagai contoh pornografi ditampilan situs website Departeman Komunikasi dan Informatika (DepKomInfo) yang beralamat di www.depkominfo.go.id.
Banyaknya remaja yang mengakses situs dewasa ini maka pemerintah harus mengadakan langkah antisipasi misalnya memberikan penyuluhan tentang penggunaan IT yang tepat dan benar perlu dilakukan di sekolah-sekolah dan juga dari pihak warnet, misalnya saja menghilangkan bilik-bilik atau sekat sehingga para pengunjung dan karyawan warnet bisa saling mengawasi jadi para pengunjung yang notabene remaja benar-benar tahu dan mengerti tentang UU TI tersebut.
Banyaknya situs dewasa yang beredar membuat pemerintah tidak bisa mengontrol penyebarluasan situs ini. Internet bisa diakses oleh siapa saja dan dimana saja. Undang-undang yang ada sebenarnya mengatur tentang hukuman bagi siapa saja yang dengan sengaja membuka ataupun menyebarluaskan situs dewasa ini.
Tertulis disalah satu pasalnya yaitu pasal 27 ayat 1 yang berisi tentang larangan untuk mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau dapat membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan atau data elektronik yang memiliki muatan melanggar keasusilaan dan tentu saja hukumannya berupa penjara dan denda yang harus ditanggng oleh pelakunya. Pidananya berupa penjara selama 12 tahun dan denda sebanyak Rp 12 Miliar.
Banyaknya pemilik bisnis Warung Internet (WarNet) membuat pemerintah semakin kesulitan untuk mensosialisasikan UU ini, apalagi dilihat dari banyaknya jumlah pengguna internet yang ada di Indonesia. Hal ini semakin membuat pemerintah kehilangan kontrol atas sosialisasi UU TI ini.
Warung Internet
Perkembangan teknolgi dan tuntutan kebutuhan informasi masyarakat, membuat internet sangat digemari. Internet memberikan banyak sekali kemudahan dan fitur-fitur yang menarik sehingga banyak orang mengguanakan internet sebagai salah satu pilihan media pemberi informasi.
Warung Internet (WarNet) bisnisnya sangat berkembang, hal ini tentu saja dipengaruhi oleh banyaknya masyarakat pengguna internet. Karyawan warnet WAHANA Agus Budiyanto menyebutkan bahwa dalam sehari pengunjung warnetnya bisa mencapai 100 orang lebih, tarif yang tawarkan juga murah hanya Rp 3.000,- per jamnya. ”Para pengunjung biasanya menggunakan internet untuk Chatting, baca ataupun mengirim Email, mencari informasi dan ada juga yang mengerjakan tugas” ujar Agus Selasa (6/1) lalu.
Agus menambahkan, pemerintah masih sangat kurang dalam sosialisasi tentang UU TI tersebut, masih banyak karyawan warnet yang masih minim pengetahuan tentang isi UU TI yang ada sehingga dari pihak warnet tidak memberikan sosialisasi kepada pengunjung untuk tidak membuka situs dewasa dan tentang UU TI tersebut.
Pengunjung yang menggunakan jasa warnet juga tidak bisa disalahkan sepenuhnya karena masih mengakses situs dewasa. Para pengunjung dan masyarakat umum masih minim pengetahuan tentang isi UU TI tersebut. Salah astu pengguna warnet, Niko, mengaku masih sering mengakses situs dewasa karena banyak dan mudahnya situs dewasa ini diakses.”Lagipula UU TI yang ada kan hanya berupa tulisan ataupun rancangan saja karena buktinya sampai sekarang saya masih bisa mengakses situs ini dengan mudah, hukuman yang diatur dalam UU juga tidak berjalan” ujar Niko.
Menghadapi maraknya situs dewasa ini, pemerintah harusnya lebih sigap dalam menjalankan UU ini. Sejak munculnya UU TI ini saja banyak sekali menimbulkan pro kontra dalam masyarakat. Setelah adanya UU TI para ’hacker’ memasang foto pria yang membuka 2/3 bajunya yang dimaksud sebagai contoh pornografi ditampilan situs website Departeman Komunikasi dan Informatika (DepKomInfo) yang beralamat di www.depkominfo.go.id.
Banyaknya remaja yang mengakses situs dewasa ini maka pemerintah harus mengadakan langkah antisipasi misalnya memberikan penyuluhan tentang penggunaan IT yang tepat dan benar perlu dilakukan di sekolah-sekolah dan juga dari pihak warnet, misalnya saja menghilangkan bilik-bilik atau sekat sehingga para pengunjung dan karyawan warnet bisa saling mengawasi jadi para pengunjung yang notabene remaja benar-benar tahu dan mengerti tentang UU TI tersebut.
anak muda dan warnet
Perkembangan teknologi dan informasi saat ini sangatlah pesan. Sangat pesatnya sehingga masyarakat bahkan pemerintah belum bisa mengontrol perkembangan teknologi di Indonesia karena pengaruh dari perkembangan teknologi di luar negeri sehingga belum dapat mempergunakan teknologi pada fungsinya . Masyarakat yang haus akan kebutuhan informasi memanfaatkan teknologi internet sebagai salah satu alternative media pemberi informasi.
Internet berasal dari bahasa latin’inter’ yang mempunyai arti ‘antara’. Secara kata per kata, internet berarti jaringan antara atau penghubung karena itulah fungsi internet. Menghubungkan berbagai jaringan yang tidak bergantung pada satu sama lain. Sehingga kita dapat berkomunikasi. Karena pada aplikasinya internet memanfaatkan kemajuan media komunikasi (telepon dan satelit). Sehingga kita menggunakan internet dimanapun selama kita mempergunalan layanan yang disediakan.
Internet merupakan media yang paling diminati di semua kalangan masyarakat. Dari mulai anak kecil, remaja, dewasa bahakan orang tua sekalipun menggunakan jasa layanan ini untuk berbagai hal, mulai dari mencari berita atau informasi tentang suatu hal, hiburan yang biasanya dilakukan dengan “chatting”, surat menyurat melalui ‘E-mail’ bahkan internet juga berfungsi sebagai media pendidikan.
Tidak hanya itu, internet juga bisa digunakan untuk WebCam. Dengan webcam kita bisa berhubungan dengan keluarga ataupun teman dengan menggunakan kamera yang sudah disediakan oleh para pemilik warung internet dan biasanya para penggunanya tidak dipungut biaya.
Kebebasan mencari informasi dan berkembangnya teknologi tanpa pengawasan yang ketat bisa membuat banyak pihak menggunakan jasa internet dengan salah. Remaja sekarang banyak yang mengakses situs untuk orang dewasa yang berhubungan dengan pornografi. Biasanya dalam situs ini menampilkan berbagai foto ataupun video yang tidak seharusnya bisa diakses oleh remaja namun hanya oleh kalangan dewasa saja. Ataupun digunakan untuk melakukan tindak kejahatan, banyak orang menggunakan internet untuk mencari uang dengan membobol kartu ATM bahkan bank biasanya mereka disebut ‘hacker’.
Banyaknya pengguna internet di Indonesia maka tidak salah kalau bisnis Warung Internet (WarNet) sangat marak bermunculan karena bisnis ini juga menjanjikan keuntungan yang sangatlah lumayan. Warnet pada zaman sekarang ini sangatlah mudah kita jumpai, apalagi di kota-kota besar seperti di Yogyakarta ini. Karena terkenal sebagai kota pelajar, maka tidak salah kalau Yogya merupakan salah satu daerah yang memiliki warnet yang cukup banyak.
Banyaknya orang yang menuntut ilmu di Yogya membuat warnet di Yogya berkembang sangat pesat karena sekarang pelajar dan mahasiswa menggunakan internet untuk membantu mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru ataupun dosen disekolah maupun dikampus.
Terlalu bebasnya pengguna internet, membuat pemerintah mengeluarkan peraturan yang akan menghukum ataupun mendenda siapapun yang ketahuan secara sengaja ataupun tidak membuka situs dewasa ini. Pemerintah juga memblokir semua situs dewasa yang ada di Indonesia. Namun kurangnya control dari pemerintah langsung membuat hal itu tidak begitu efektif dan efisien. Karena sampai sekarang situs-situs dewasa tersebut masih bisa diakses oleh siapa saja dan dimana saja hal ini membuat masyarakat tidak takut dengan peraturan yang sudah dibuat. Lalu bagaimana remaja saat ini menanggapi peraturan ini?apakah sudah cukup berhasilkah peraturan ini? Dilihat dari awal dikeluarkan peraturan tersebut sampai sekarang.
Internet berasal dari bahasa latin’inter’ yang mempunyai arti ‘antara’. Secara kata per kata, internet berarti jaringan antara atau penghubung karena itulah fungsi internet. Menghubungkan berbagai jaringan yang tidak bergantung pada satu sama lain. Sehingga kita dapat berkomunikasi. Karena pada aplikasinya internet memanfaatkan kemajuan media komunikasi (telepon dan satelit). Sehingga kita menggunakan internet dimanapun selama kita mempergunalan layanan yang disediakan.
Internet merupakan media yang paling diminati di semua kalangan masyarakat. Dari mulai anak kecil, remaja, dewasa bahakan orang tua sekalipun menggunakan jasa layanan ini untuk berbagai hal, mulai dari mencari berita atau informasi tentang suatu hal, hiburan yang biasanya dilakukan dengan “chatting”, surat menyurat melalui ‘E-mail’ bahkan internet juga berfungsi sebagai media pendidikan.
Tidak hanya itu, internet juga bisa digunakan untuk WebCam. Dengan webcam kita bisa berhubungan dengan keluarga ataupun teman dengan menggunakan kamera yang sudah disediakan oleh para pemilik warung internet dan biasanya para penggunanya tidak dipungut biaya.
Kebebasan mencari informasi dan berkembangnya teknologi tanpa pengawasan yang ketat bisa membuat banyak pihak menggunakan jasa internet dengan salah. Remaja sekarang banyak yang mengakses situs untuk orang dewasa yang berhubungan dengan pornografi. Biasanya dalam situs ini menampilkan berbagai foto ataupun video yang tidak seharusnya bisa diakses oleh remaja namun hanya oleh kalangan dewasa saja. Ataupun digunakan untuk melakukan tindak kejahatan, banyak orang menggunakan internet untuk mencari uang dengan membobol kartu ATM bahkan bank biasanya mereka disebut ‘hacker’.
Banyaknya pengguna internet di Indonesia maka tidak salah kalau bisnis Warung Internet (WarNet) sangat marak bermunculan karena bisnis ini juga menjanjikan keuntungan yang sangatlah lumayan. Warnet pada zaman sekarang ini sangatlah mudah kita jumpai, apalagi di kota-kota besar seperti di Yogyakarta ini. Karena terkenal sebagai kota pelajar, maka tidak salah kalau Yogya merupakan salah satu daerah yang memiliki warnet yang cukup banyak.
Banyaknya orang yang menuntut ilmu di Yogya membuat warnet di Yogya berkembang sangat pesat karena sekarang pelajar dan mahasiswa menggunakan internet untuk membantu mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru ataupun dosen disekolah maupun dikampus.
Terlalu bebasnya pengguna internet, membuat pemerintah mengeluarkan peraturan yang akan menghukum ataupun mendenda siapapun yang ketahuan secara sengaja ataupun tidak membuka situs dewasa ini. Pemerintah juga memblokir semua situs dewasa yang ada di Indonesia. Namun kurangnya control dari pemerintah langsung membuat hal itu tidak begitu efektif dan efisien. Karena sampai sekarang situs-situs dewasa tersebut masih bisa diakses oleh siapa saja dan dimana saja hal ini membuat masyarakat tidak takut dengan peraturan yang sudah dibuat. Lalu bagaimana remaja saat ini menanggapi peraturan ini?apakah sudah cukup berhasilkah peraturan ini? Dilihat dari awal dikeluarkan peraturan tersebut sampai sekarang.
MERDEKA !!!!!!

akhirnya tugasQ selesai......
bahagianya,,,,senangnya,,,,gembiranya......hahaha
hm,,,,,semoga nilai yully semester ini sebanding dengan perjuangan dan pengorbanan yang ada,,,amin....
semoga semester depan jauh lebih baik dan hasilnya juga memuaskan.......
buat teman-temanQ yang di jurnal juga,,,,pokoknya jangan putus asa...Semangat terus,,,dan saling mendukung jadi kita dapat slesein tugasnya sama-sama dan lulus sama-sama juga...
AMIN.......
SEMANGAT!!!!!!
brand image
Brand image adalah penanaman produk yang ada dalam benak ataupun ingatan konsumen. dengan begitu masyarakat dapat mengetahui tentang produk kita daripada merk yang lain.
contohnya saja air minum dalam kemasan yaitu AQUA. produk ini sudah terkenal di masyarakat, brand image yang dimaksudkan oleh perusahaan AQUA juga sudah sangat bagus karena masyarakat sudah sangat mengenal produk ini. karena itu banyak sekali masyarakat mengkonsumsi air minum ini.
Sebegitu terkenalnya hingga bila masyarakat pergi ke warung ataupun toko untuk membeli air minum kemasan, pasti yang disebut adalah AQUA namun belum tentu pedagang memberikan air minum merk AQUA, sering kita jumpai pedagang memberikan air minum dengan merk lain namun pedagang tersebut menyebutnya dengan AQUA. hal itu tentu saja dan pastilah sangat merugikan perusahaan air minum AQUA.
begitu pula air minum AQUA dalam kemasan galon, brand image AQUA yang bagus dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. banyak pihak yang memalsukan air minum dengan galon/tempat yang memakai merk AQUA. air minum yang berada didalam galon tentu saja tidak terjamin kualitas dan kebersihannya. dan bila ada masyarakat yang sakit akibat minum minuman dari AQUA palsu ini pasti kesalahannya akan ditujukan ke perusahaan air minum AQUA dan tentu saja hal ini akan sangat merugikan.
untuk itu mka perusahaan harus mengantisipasi agar hal itu tidak terjadi dengan menggunakan promosi ataupun iklan untuk memberi tahu masyarakat tentang merk AQUA yang asli sehingga masyarakat tidak salah membeli dan mengkonsumsi AQUA yang palsu. masyrakat juga harus mengawasi distribusi AQUA disekitar lingkungan mereka agar tidak tertipu.
Langganan:
Postingan (Atom)
